Monday, July 28, 2008

Smiling Moon

Subuh, 29 Juli 2008

Keluar kamar...
Mau wudhu...
Langit hitam kelam...

Tapi...
Terlihat cahaya terang...
Dari bulan sabit....



Kecil... Mungil...
Dibandingkan kelamnya langit...



Tapi cahayanya...
Energinya...
Bisa menerangi seluruh langit kelam...



Tersenyum....
Subhanallah...
Terimakasih Ya Allah...
Smiling Moon to start my new day...

Thursday, April 24, 2008

Gue butuh Asha & Aznii..






Baru-baru ini, seorang teman gue kehilangan istrinya untuk selama-lamanya…
(Dear Ari… be strong ya..!!)…
Semua orang bilang, kasian ya anak-anaknya ditinggal ibunya, masih butuh kehadiran ibunya…
Tetapi gue punya pemikiran yang sedikit beda…
Anak-anaknya itu justru “penyelamat” ayahnya…
Karena sebenarnya, kita sebagai orang tua lebih membutuhkan anak-anak kita dibandingkan mereka membutuhkan kita…

Gue ngerasain sendiri..
Gue butuh anak-anak gue..
Gue butuh Asha dan Aznii untuk tetap “waras” dan bisa menjalani hidup dengan “lurus”…
Gue butuh kelucuan mereka untuk bisa tersenyum dan tertawa…
Gue butuh merasa dibutuhkan oleh mereka…
Gue butuh pelukan mereka…
Gue butuh cinta mereka yang tanpa syarat…

Karena kalo gak ada mereka, gue gak tau apa yang terjadi dengan hidup gue sekarang…

So…
Please take good care of your children guys…
Coz.. u need them….

Thanks Asha & Aznii…
Maafin mamah kalo masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk kalian..
Tapi mamah selalu berusaha…

Love U so much girls….









Wednesday, February 27, 2008

Cuci Mobil

Mobil keluarga kecil kita.. Suzuki Aerio tahun 2006 warna biru tua..
Kalo abis dipake suami gue kerja ke Jakarta pasti dekil banget kecuali kalo udah sempet dicuci di Jakarta… (sama Yatno, asisten di base camp Seurieus, di jalan damai daerah cipete..)

Nah… sedangkan gue kalo mau anter anak2 sekolah atau les.. dengan kondisi mobil dekil banget itu.. rasanya jijay hahahaha…

So..
Hari sabtu tgl. 23 Feb 2007, sementara suami gue masih tidur (karena baru pulang jam 2 malem..)
Gue sama Aznii anterin Asha ke sekolah jam 09.00 pagi trus langsung ke tempat cuci mobil yang jaraknya +/- 300m dari sekolah Asha…

Setelah ngedrop mobil, kita jalan kaki ke ruko di deket situ makan mie baso “Gaya Tunggal” ehmmm… sedaaappp….

Setelah 1 jam, jam 10… kita balik lagi ke tempat cuci mobil, berhubung gerimis dan paying ketinggalan di mobil… kita mampir ke toko sebelah “Naga Makmur” (toko idola, anak2 sekolah… penuh dengan pernak pernik lucu dan murah)..
Aznii.. milih payung warna warni cukup Rp. 15.000…



Akhirnya kita jalan kaki balik ke tempat cuci mobil, ternyata mobil gue masih disemprot, dll…
Aznii seneng banget liat mobilnya diangkat…

Eh.. udah mau jam 11.. harus jemput Asha nih..
Aznii gak mau diajak jalan kaki lagi.. ya udah kita naek angkot aja..







Sambil nunggu Asha keluar kelas, Aznii bergaya pake payung barunya hehehe…
Akhirnya Asha keluar juga dan kita balik lagi ke tempat cuci mobil naek angkot…

Sampe disana.. mobil gue.. masiiiiiihhhhh.. belom selesai juga..
Sedangkan 2 mobil yang bareng gue udah kinclong… kayaknya udah paling dekil kali ye….. hahahahaha..


Sekarang gantian Asha yang bergaya pake payung baru…

Finally, jam 11.30.. mobil gue selesai dicuci….
Wuuiihh.. cape banget total dari jam 09.00 – 11.30 gue keluar rumah sampe balik lagi (kalo perjalanan naek mobil udah sampe bandung tuh..!!! hihihi…).. dengan kondisi gue dan Aznii belom sempet mandi huahahahahaha….
Demi mobil kita kinclong…!!!!


Sunday, February 17, 2008

Asha Kecil

diambil dari blog tanteku tercinta http://simplelife-ahyani.blogspot.com/...dr. Ahyani Raksanagara, cerita tentang Asha Handria, anakku yang pertama...


Pada saat saya pertama kali di diagnosa menderita kanker payudara, waktu itu sekitar bulan september 2002. Saya dan suami langsung mempersiapkan rencana pengobatan yang akan dimulai dengan operasi.

Pada waktu yang bersamaan keponakan saya, Rani dan Koko bersama putri kecilnya Asha tinggal di rumah kami sementara sambil menunggu rencana kepindahannya ke Bogor. Saya dan suami tentu sangat senang , karena ada yang menemani putra-putri kami Anggit dan Anggia yang saat itu kelas 3 SMP dan 6 SD. Walaupun ada mbak Sari yang setia mengurus segala keperluan di rumah.

Kehadiran keponakan kami dan putrinya membuat saya tenang saat menjalani pengobatan di RS. Sejak pertama kali di diagnosa , saya harus bolak-balik ke RS. RS menjadi tidak asing lagi bagi saya. Operasi pertama memang hanya memakan waktu 2 hari. Operasi ke dua sekitar 8 hari. Dilanjutkan dengan radiasi. Berarti selama 6 minggu saya harus ke RS tiap hari untuk radiasi. Setelah itu masuk jadwal kemoterapi, 3 minggu sekali saya harus dirawat 1 malam untuk pemberian kemoterapi sebanyak 6 siklus. Belum lagi saat kemo pertama, saya harus dirawat 6 hari untuk memperbaiki keadaan umum saya akibat efek samping kemoterapi. Di sela-sela jadwal tersebut, ada kontrol ke bagian radiologi, ke bagian laboratorium dan entah berapa kali ke Dr. Bedah yang menangani saya.

Sepulang dari RS setelah menjalani kemoterapi, biasanya saya langsung berbaring di kamar. Tidak banyak yang bisa saya lakukan. Kepala rasanya berputar seperti kita selesai bermain ”gajah beledug” kemudian naik kora-kora dan naik komidi putar. Kepala pun terasa membesar sebesar kepala gajah, rasa mual terkadang muntah biasanya menyertai di minggu pertama setelah pemberian kemoterapi. Mual seperti isi perut sudah berada di pangkal kerongkongan dan siap keluar kapan saja. Karena itu saya selalu membawa kantong pelastik, dan di kamar sebelah tempat tidur selalu tersedia ember kecil. Keluhan itu ditambah dengan rasa linu yang menyerang seluruh tulang tubuh seperti seorang anak yang sedang ”sakaw”. Sulit menelan bahkan sampai tidak bisa menelan air liur sendiri pernah saya alami.

Saat saya berbaring sendiri di kamar tidur, biasanya pintu tidak ditutup rapat agar suami atau anak-anak dapat melihat dan menolong bila saya memerlukan sesuatu. Disebelah tempat tidur ada meja kecil yang penuh tempat obat, kertas tisu, minuman, kue kecil, sapu tangan handuk dan perlengkapan lainnya agar mudah dijangkau.

Pagi hari bila kedua anak saya sedang sekolah, saya biasa berbaring di tempat tidur sambil memejamkan mata. Saya senang membaca tetapi tidak bisa pada kondisi seperti itu karena membuka mata pun pusing. Menonton acara televisi pun demikian. Pada saat-saat seperti itu biasanya Asha kecil dengan diam-diam masuk ke kamar saya. Dia paling senang mendekati meja obat saya. Tentu saja meja itu menarik hatinya karena bermacam-macam barang ada disana. Terkadang dia bergumam, seolah bertanya ”apakah boleh bermain dengan semua yang ada di meja tersebut ?” Biasanya saya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Dengan senyumnya yang tulus, mulut penuh makanan , matanya yang bening dia menatap mata saya sambil menarik-narik kerudung kecil yang saya kenakan. Sejak pemberian kemoterapi pertama saya selalu menggunakan kerudung kecil di rumah karena kepala saya gundul, tanpa sehelai pun rambut. Saya tidak ingin orang lain terutama anak-anak saya melihat perubahan pada diri saya. Jadi kalau keluar kamar saya selalu menggunakan kerudung kecil. Asha kecil selalu tertarik dengan kerudung tersebut karena berwarna-warni. Dia selalu ingin mencoba di kepalanya. Biasanya saya kenakan di kepalanya. Dia langsung tersenyum manis dan menunjuk cermin ingin berkaca. Setelah berkaca biasanya dia langsung lari ke luar kamar untuk menunjukkan kepada siapa saja yang ada di luar kamar bahwa dia berkerudung.

Bila kerudung saya dibuka, tentu saja kepala gundul saya terlihat. Asha kecil biasanya menatap saya dengan pandangan biasa saja : tidak menunjukkan persaan takut, mencibir, atau menghindar. Dia terkadang memegang kepala saya yang gundul seolah ingin membuktikan bahwa benar tidak ada rambut di kepala saya. Dia tersenyum geli. Kepala gundul ternyata tidak menakutkan, kepala gundul ternyata tidak perlu ditakuti, kepala gundul ternyata tidak perlu dipikirkan. Tatapan matanya seeperti tatapan mata suami saya bila melihat saya dalam keadaan tanpa keurudung, tetap hangat, bersahabat, dan penuh kasih sayang. Demikian juga tatapan mata Anggit dan Anggia kepada saya tidak ada yang berubah . Saya sering tersenyum meilhat tingkah laku Asha kecil , ah....seandainya semua orang di muka bumi ini mempunyai mata yang bening dan hati yang bersih seperti Asha kecil. Yang selalu menatap orang lain dengan pandangan bersahabat, tidak ada pikiran negatif.

Kejadian itu hampir terjadi setiap hari, bila orang tuanya memanggil ”Asha sini...” Dia dengan cepat meloncat ke tempat tidur saya, berbaring di sebelah dan masuk ke dalam selimut. Saya biasanya menatap matanya dan menempelkan telunjuk saya ke mulut . Dia seolah – oleh mengerti bahwa kita tidak boleh bersuara, dia semakin dalam masuk ke bawah selimut. Biasanya Asha kecil segera dipanggil keluar dari kamar, karena takut mengganggu saya yang sedang beristirahat.

Terkdang dia bermain-main dengan memindah-mindahkan tempat obat, membuka tempat tisu atau mengeluarkan talk ke tangannya yang mungil. Dia selalu menatap mata saya sambil tersenyum dan bergumam. Terkadang membawa buku cerita dan pura-pura membaca di sebelah saya. Biasanya kedua orang tuanya memangil “Asha kesini nak….! Jangan mengganggu nini ayi….…..” Dia tersenyum menatap saya sambil menempelkan telunjuknya ke mulutnya yang mungil. Tidak lama kemudian biasanya Asha kecil digendong mamahnya ke luar kamar. Saya hanya tersenyum. Asha kecil tidak pernah mengganggu saya, Asha kecil hanya ingin menemani saja, Dia anak yang baik.

Asha kecil terkadang mengganggu kedua anak saya Mang Aa dan Bi Gia demikian dia biasa menyebut nama kedua anak saya. Anggit dan Anggia senang sekali diganggu oleh Asha, mereka jadi melupakan sejenak ibunya yang sedang sakit, sehingga kegembiraan selalu ada di dalam rumah kami. Terkadang dia juga mengganggu suami saya ”aki ronald” demikian dia menyebutnya. Asha kecil tiba-tiba ingin digendong atau duduk di kaki suami saya ingin diterbangkan ke atas. Terkadang dia duduk di sebelah saya dan meminta makanan yang sedang saya makan atau minuman yang sedang saya minum.

Kejadian itu telah lama berlalu. Saya sering berpikir apakah ini kebetulan atau rencana Allah. Semua kejadian seperti telah direncanakan dengan baik. Ya… Allah yang Maha Pengatur dan Perencana, terima ksdih atas segala Ramat dan Karunia yang diberikan lkpada kami se keluarga. Tidak ada yang perla ditakuti, semua telah direncanakan sempurna oleh Allah.

Untuk Asha kecil, terima kasih telah menemani kami sekeluarga. Tetaplah menjadi Asha kecil yang manis, yang bermata bening, yang berhati bersih dan membawa kebahagiaan kepada sekelilingnya.

Doa dari nini Ayi, aki Ronald, mang Aa dan Bi Gia untuk mu............

Friday, February 15, 2008

Berubah

Gue baru merasakan kepribadian gue berubah… again….

Dulu,
Gue pernah berubah dari selfish menjadi mature (well, I thought so… hahaha..!!!)

Now,
Gue berubah dari optimis menjadi realistis….
And you know what…?? Gue butuh almost 34 years to realize that…

Then,
I really don’t know what will happen….
Expectations will kill yourself when it didn’t happen..
So, I don’t expect anything from everyone in my life…
Just hoping I’ll survive and keep sane to face anything in the future…
And most of all… HAPPY…

Alone

Menyadari bahwa gue hidup di dunia ini gak punya apa-apa dan siapa-siapa.. ternyata susah ya…
Tiap hari gue berusaha menyadari itu…
Tapi… beratttt banget….
Ikhtiar… everyday….
Teorinya sih gue tahu dan ngerti… menerimanya....... ????
Belom sampe ke titik itu..

Gue baru sampe ke titik, semua rasa bahagia, sedih, kesel, marah….
Itu gak tergantung orang lain.. semuanya gue sendiri yang bikin…
Jangan pernah merasa elo baru bisa bahagia karena orang lain….
Gue harus bisa mencari dan merasakan bahagia karena gue sendiri..

Well, I’m still learning to do that…
Gue sekarang mungkin mau naik tingkat di level kedewasaan dan keimanan gue kali ya…
Semoga…

Alone… it’s hard to realize that you are alone…. alone….
but life goes on wheter you like it or not…
so..
I choose to live with all the happiness that I can have in me… alone….

Damn..!!
It sucks, but it’s life….

Saturday, January 26, 2008

The Power of A Picture



Liat foto2 jaman “baheula” ketemu foto ini, gue inget banget ini liburan keluarga ke Yogya naik mobil kijang sekitar tahun 1985….

Posisinya, di depan Kang Icha (kakak no 2) sama Mang Adi (Adik Mamah) yang gantian jadi supir…
Baris kedua, Mamah, Papap dan Vanti (umur3-4 tahunan deh, jadi bisa pindah2 duduknya)
Paling belakang, joknya diangkat trus dikasih kasur dan bantal, diisi Teh Arti (kakak no.1), Teh Nni (kakak no 3) dan gue….

Perjalanan santai, diisi dengan nyanyi2.. makan2.. liat pemandangan dan… TIDURRR…!!!!

Seru banget… dari Bogor kita berhenti pertama di Cirebon, sekalian nengok keluarga Ua Adnan.. istirahat bentar, langsung jalan lagi.. dari Semarang menuju Yogya sempet nyasar tuh…
Masuk Yogya subuh….

Setelah itu, kayaknya semua obyek wisata kita datengin deh.. Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton, Gua (apa ya..?? Jatijajar ?!?!?)… Parangtritis… Pokoknya semuanya deh…

Sambil liat foto ini, kerasa banget semua perasaan bahagia pada saat itu…
Kompak banget, meskipun udah lama kejadiannya…

Sekarang dari keluarga inti ber7, kita udah “hampir” menjadi 22 orang.. keluarga inti ber7, menantu 4 (hampir 5.. Amiiinn) dan cucu 10…
But I hope we all always feel the same way as we were when the picture is taken, in every breath that we take…
That’s The Power of a Picture…

Miss U All…

Tuesday, January 22, 2008

A Happy Day...


Jan 22, 2008
Hari ini dimulai tengah malam, dengan ucapan "happy wedding anniversary" from my husband... ;-))


Trus aku sudah sediain, kartu ucapan dan bunga untuk suamiku, padahal dulu yang sering ngasih bunga, dia ke aku… gantian gpp khan..??








Eh… pagi2.. Asha nulis ucapan di white board yang gede banget, wuih..!!! lucu, kita berdua sampe pandang2an dan terharu banget…




Sore… kita sekeluarga ngajak ortu ku ke Chimory Resto di daerah Cisarua, suasananya enak banget, udaranya sejuk, makanannya ok, anak2 juga bisa maen sepuasnya..





Maghrib kita pulang menuju Bogor… Malemnya, kita semua tertidur nyenyak karena cape dan yang paling penting… HAPPY !!!!....

Buat semua keluarga ku.. Mamah, Papap, Asha, Aznii dan most of all, my husband Koko..
thanks for gave me such lovely and happy day that I will cherish forever…
I hope u all feel the same way…
Semoga semua doa kita, didengar dan dikabulkan Allah.. Amiiinnn…
Love u all...